Senin, 27 Mei 2013
Sidang MK : Sengketa Pilkada, Saksi Beberkan Bupati Adriansyah Lakukan Politik Uang
Senin, 20 Mei 2013
Hasil Pilkada Tanah Laut digugat di MK
Bupati Diduga Pakai Birokrasi Demi Menangkan Anak
Pihak termohon adalah KPU Kabupaten Tanah Laut yang telah memenangkan pihak terkait, yakni pasangan calon nomor urut 4, Bambang Alamsyah-Sukamta. Kemenangan ini diduga hasil kecurangan yang bersifat sistematis, terstruktur dan massif.
Kuasa hukum pasangan AT-Nur, Fadli Nasution, saat membacakan nota permohonan di sidang MK menyatakan, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah melakukan praktik politik uang untuk memenangkan pasangan calon Bambang Alamsyah-Sukamta .
"Yaitu pada saat mendistribusikan undangan pemilih kepada warga, disertai dengan membagi-bagikan sejumlah uang dengan arahan untuk mencoblos Pasangan Calon Nomor Urut 4," ujar Fadli dalam rilis yang diterima INILAH.COM, Selasa (21/5/2013).
Selain itu petugas KPU juga dituduh menghilangkan undangan pemilih dan kartu pemilih, sehingga tidak sampai kepada warga yang berhak. Akibatnya banyak pemilih yang kehilangan suaranya.
Tidak hanya KPU yang dituding curang. Kubu AT-NUr juga menuding pemerintah Kabupaten Tanah Laut melakukan kecurangan. Sebab, calon bupati Bambang Alamsyah terbukti memanfaatkan kewenangan ayahnya, Adriansyah selaku Bupati Tanah Laut Periode 2008-2013 untuk kepentingan kampanye.
"Bahwa terbukti, dalam setiap acara pelantikan Kepala Desa, Bupati Adriansyah selalu hadir didampingi oleh Sukamta selaku Kepala BPMD dan juga Bambang Alamsyah dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPRD," kata Fadli.
Menurut Fadli, kehadiran Bambang yang ikut memberi sambutan dalam acara pelantikan kepala desa tersebut menjadi tidak lazim. Pasalnya, acara tersebut bukanlah domain eksekutif pemerintah daerah.
Selain itu Bupati Adriansyah juga telah membagi-bagikan paket lebaran yang disertai dengan foto pasangan Bambang Alamsyah-Sukamta pada tahun 2012. Padahal, tahapan pemilukada belum dimulai.
Sementara, Istri Bupati Adriansyah, Jumini yang juga merupakan PNS Dinas Pendidikan Tanah Laut, dianggap aktif dalam pemenangan putranya. "Bahwa terbukti, Jumini, Ibu Bupati, PNS Dinas Pendidikan, melibatkan secara aktif Kader Posyandu untuk mendukung dan memilih Pasangan Calon Nomor Urut 4," ungkap Fadli.
Pihak pemohon juga mengaku memiliki bukti bahwa perangkat daerah seperti SKPD, Camat, Kepala Desa/Pembekal, BPD, Kader Posyandu, Gapoktan dan Bidan Desa ikut terlibat. Menurutnya, para peringkat daerah ini telah diperintahkan bupati untuk mempengaruhi warga dan melakukan politik uang.
Atas sejumlah fakta yang diungkapnya, pihak pemohon meminta MK untuk menetapkan pasangan calon nomor 4 didiskualifikasi. MK juga diminta untuk menetapkan pasangan nomor urut 1 sebagai pemenang pilkada Tanah Laut 2013.
"Atau memerintahkan termohon melaksanakan pemungutan urut suara ulang di seluruh TPS tanpa menyertakan pasangan Bambang-Sukamta" pungkasnya.
Selain pasangan AT Nur, 2 pasangan calon lainnya Wahid-Hakim dan Amperansyah-Ariansyah juga menggugat hasil pilkada ini. Mereka turut memohon adanya penghitungan suara ulang tanpa menyertakan pasangan Bambang-Sukamta.
Sidang selanjutnya akan digelar pada hari Rabu 22 mei 2013 mendatang. Agenda sidang kedua ini adalah mendengar jawaban termohon, tanggapan pihak terkait dan mendengar kesaksian saksi pihak pemohon. [rok]
Sumber : Inilah.com
Minggu, 12 Mei 2013
Adriansyah Yakin Tala Lebih Baik
Adapun pembangunan itu diantaranya, seperti pelabuhan nasional di Swarangan, pabrik biji besi serta Politeknik Tala. Dan pembangunan pelabuhan itu akan direncanakan akan rampung ditahun 2014 mendatang. Tentu, adanya pelabuhan umum tersebut, kedepan akan mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Terlebih lagi pelabuhan umum akan dibangun pergudangan disekitarnya dan pembangunan pergudangan besar ini akan dikerjasamakan dengan pihak ke tiga. Selain itu, diakhir masa kepemimpinannya ini Adriansyah berpesan Politeknik Tala juga terus dibina dan dijaga untuk ditingkatkan. "Supaya anak-anak Tala dapat pendidikan yang layak dan bisa bekerja di Kampung sendiri," ungkapnya.
Hal lain juga menjadi pesan Bupati yang menjabat dua kali periode ini, diantaranya dengan Rumah Potong Hewan (RPH) di Sarang Halang yang sudah terbangun harus dioptimalkan untuk mendukung peternakan di Tala. Apalagi saat ini 40 persen kebutuhan daging di Kalsel dari Tala. "Namun sayang masih kita jual dalam bentuk daging biasa,"katanya. Kedepan kita harapkan selain jual ternak berupa daging, juga bisa dijual sudah dalam bentuk kemasan atau kalengan. "Jadi pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata dan Industri terus di kembangkan," harap bupati. Dari semua itu, Lanjut Adriansyah juga menyampaikan , bahwa tak kalah penting pembangunan harus berdasarkan nilai-nilai agama, dan memiliki keyakinan pemimpin yang akan datang mampu mampu melanjutkan pembangunan ini.
Sumber : Radar Banjar
Hasil Pilkada Tanah Laut Bakal Digugat ke MK

Hasil Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan yang memenangkan pasangan no 4 H Bambang Alamsyah- H Sukamta, ditolak oleh tiga pasangan lain.
Ketiga pasangan yang menolak dengan tidak menandatangani berita acara dan membuat berita acara keberatan adalah pasangan no 1 Drs H Atmari-H Muhammad Nur S Sy (AT NUR), pasangan no 2 H Abdul Wahid I Nur Hakim Ramli, dan pasangan no 3 H Amperansyah - H Ariansyah.
Hasil Pleno KPU Tala, Sabtu (4/5) itu menetapkan pasangan Bambang-Sukamta (Bka) sebagai peraih suara terbanyak dengan perolehan 60.573 suara atau 40,71 persen. Tempat kedua diperoleh pasangan AT NUR sebanyak 57.348 suara atau (38,54 persen). Tempat ketiga dan keempat diperoleh pasangan Wahid-Hakim dengan 21.740 suara atau 14,61 persen dan pasangan Amperansyah-Airansyah sebanyak 9137 suara atau 6,14 persen.
Keberatan ketiga pasangan lain menandatangani berita acara ini, karena beberapa pelanggaran dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Tala periode 2013-2018. Menurut Ketua Tim Pemenangan AT NUR, H Iman Dirmansyah, sejumlah bukti pelanggaran telah diajukan kepada Panwaslu Kabupaten Tala. Namun, laporan tidak pernah ditindaklanjuti lantaran dilakukan pasangan yang didukung oleh penguasa.
"Ironisnya lagi, Panwaslu menyatakan tidak ada laporan pelanggaran yang masuk. Padahal, beberapa Tim Sukses melaporkan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak pasangan H Bambang Alamsyah- H Sukamta," keluhnya.
Karenanya, kata Iman Dirmansyah, pihaknya akan mendaftarkan gugatan pilkada Tanah Lauh ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kuasa Hukum pasangan Drs H Atmari-H Muhammad Nur S Sy (AT NUR), Fadli Nasution SH MH, mengatakan pihaknya memiliki bukti-bukti kuat terkait pelanggaran yang dilakukan pasangan H Bambang Alamsyah- H Sukamta.
"Kami akan mendaftarkan perkara ini ke MK. Kami meminta MK membatalkan hasil penetapan KPU tersebut," kata Fadli Nasution kepada wartawan dalam jumpa pers sebelum mendaftarkan gugatan ke MK, di Jakarta, Senin (6/5).
Menurut Fadli, sejumlah bukti-bukti yang akan disampaikan ke MK adalah adanya pengerahan PNS, pengrusakan suara yang diduga disengaja oleh pihak tertentu, dugaan politik uang dan sejumlah bukti-bukti lainnya. "Ini cukup membuktikan bahwa pelanggaran ini sangat sistematis, terstruktur dan massif. Apalagi, ini sebagai upaya mempertahankan politik dinasti di sana," tambah Fadli.
Sekadar informasi, saat ini Tanah Laut dipimpin oleh Bupati Adriansyah yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel. Calon bupati yang ditanyakan terpilih oleh KPU Kabupaten Tala adalah Bambang Alamsyah yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tanah Laut. Bambang Alamsyah yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Tanah Laut adalah putra dari Adriansyah yang sudah memerintah dua periode di Tanah Laut.
Rabu, 09 Januari 2013
Hanura ke Bambang, Demokrat ke At-Nur
Surat rekomendasi yang dikeluarkan Demokrat ditandatangani Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Sekjen Edy Baskoro Yudhoyono. "Perkiraan Jumat akan dikeluarkan rekomendasi oleh pengurus pusat," terangnya.
Rabu, 31 Oktober 2012
Ribuan Warga Hadiri Deklarasi At-Nur
Ribuan warga Tanahlaut memadati lapangan Pulausari kecamatan Tambang Ulang, Rabu (31/10) siang untuk menghadiri acara deklarasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Tala, H Atmari dan Mohammad Nur.Para warga yang berasal dari berbagai daerah di Tanahlaut itu selain untuk menikuti acara deklarasi, sekaligus menyaksikan penampilan group band papan atas, Radja dan Soneta yang digawangi H Rhoma Irama yang akan memberikan hiburan.
Tampak hadir dalam acara deklarasi tersebut, pendiri Partai Gerindra H Probowo Subianto, Ketua DPD Gerindra Kalsel H Abidin, Ketua Dewan Kehormatan DPD Partai Gerindra Kalsel HA Yudhi Wahyuni, Ketua DPW PPP Kalsel H Rudy Ariffin serta para pengurus partai politik pengusung pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Tala periode 2013-2018
Senin, 29 Oktober 2012
Pilkada Tala Perebutkan 289.000 Pemilih
Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan bakal memperebutkan sekitar 289.000 pemilih dari lebih kurang 395.000 jiwa penduduk setempat.
H Atmari selaku bakal calon (Balon) Bupati Tala 2013 - 2018, ketika ditanya wartawan Banjarmasin, Kamis, menyatakan, optimistis akan berhasil keluar sebagai pemenang Pilkada kabupaten tersebut yang tinggal beberapa bulan lagi.
"Ya saya optimis bisa menang dalam Pilkada nanti. Kalau tidak optimis, apa gunanya kita ikut dalam Pilkada," tandas balon Bupati Tala yang berpasangan dengan H Muhammad Nur, anggota DPRD Kalsel dari Partai Gerakan Indonesia Raya.
Namun Atmari, yang kini Wakil Bupati Tala tidak menyebut target perolehan suara pada Pilkada nanti, kecuali menyatakan, sesuai ketentuan jika mau menang minimal harus mendapatkan 50 persen plus satu dari jumlah pemilih.
Ia menyatakan, kalau terpilih menjadi Bupati Tala, pihaknya akan melanjutkan kebijakan program pembangunan yang belum terselesaikan dengan tuntas, serta melakukan peningkatan.
"Beberapa program pembangunan yang belum tuntas dan masih memerlukan peningkatan antara lain masalah air bersih, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan," ungkapnya.
"Program lain yang perlu ditindaklanjuti, yaitu menjadikan `Bumi Tuntunt Pandang` Tala sebagai daerah industri berat dan ringan," lanjutnya didampingi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra H Nahwan.
Dalam Pilkada Tala nanti, visi - misi pasangan Atmari dan Muhammad Nur (Atma-Nur) itu, membuat kabupaten yang kaya dengan berbagai sumber daya alam (SDA) tersebut menjadi mandiri, maju dan sejahtera.
"Dengan potensi SDA tersebut, insya Allah Tala bisa jadi mandiri, maju dan sejahtera," demikian Atmari.
Pasangan Atma-Nur tersebut diusung Partai Gerindra berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan mendapat dukungan tujuh partai politik (parpol) lain.
Parpol pendukung pasangan Atma-Nur itu antara lain Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Bintang Reformasi, Partai Bulan Bintang dan Partai Karya Peduli Bangsa.
Sedangkan deklarasi pasangan Atma-Nur dijadwalkan di lapangan terbuka Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Tala (sekitar 40 km timur Banjarmasin), dan akan hadir Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.
Pada acara deklarasi tersebut, mantan Panglima KOSTRAD itu akan memberikan sambutan bersama Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP provinsi setempat.
Pasangan Atma-Nur Mau Jadikan Tala "Mamase"
Menurut bakal calon (balon) Bupati Tala itu, selain masih banyak terdapat infrastruktur yang belum memadai di kabupatennya, yang mengalami kerusakan, seperti prasarana jalan pedesaan.
Selain itu, permasalahan air bersih untuk kebutuhan penduduk "Bumi Tuntung Pandang" Tala ataupun Pelaihari yang merupakan ibu kota kabupaten tersebut, belum teratasi tuntas.
"Tingkat cakupan layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tala kepada penduduk setempat, masih kecil atau jauh berada berada di bawah standar 'Millennium Development Goals' (MDGs)," ujarnya.
Ia berharap, dengan visi dan misi untuk memandirikan, memajukan dan menyejahterakan Tala, bisa berhasil keluar sebagai pemenang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) kabupaten yang kaya dengan berbagai sumber daya alam (SDA) itu.
"Dengan kekayaan berbagai SDA, saya optimistis Tala yang kini berpenduduk 395.000 jiwa, tersebar pada 11 kecamatan atau 130 desa dan lima kelurahan itu, bisa mandiri, maju dan sejahtera," demikian Atmari.
Dalam Pilkada Tala yang tinggal beberapa bulan lagi, pasangan Atma-Nur diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mendapat dukungan tujuh partai politik (parpol) lain.
Parpol pendukung pasangan Atma-Nur tersebut antara lain Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
Pada acara deklarasi pasangan Atma-Nur di Lapangan Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Tala (sekitar 40 Km timur Banjarmasin) itu, diharapkan hadir Ketua Pembina Gerindra Prabowo Subinato.
Jumat, 19 Oktober 2012
Pemkab Serahkan Data Penduduk ke KPU
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tanahlaut menyerahkan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) ke komisi pemilihan umum (KPU). Data DP4 tersebut akan menjadi bahan bagi KPU untuk melakukan verifikasi guna menyusun daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) 2013 mendatang.
Acara penyerahan data penduduk tersebut digelar di aula kantor KPU Tala di Jalan A Syairani Pelaihari dan dihadiri Wakil Bupati Tala, H Atmari, Asisten I Sutrisno, Kadisdukcapil Tala Nurhayati, Kasatpol PP Rudi Ismanto, Kasat Intelkan AKP Paryoto dan para pengurus partai politik dan para bakal calon kepala daerah baik dari jalur independen maupun dari koalisi partai politik.
"Dengan data tersebut, KPU akan melakukan verifikasi pada akhir Oktober ini guna menyusun DPS dan DPT," terang Ketua KPU Tala, H Ahmadi
Sumber : Banjarmasinpost.co.id
Kasus Suap, Aad Ngaku 2 Kali Klarifikasi
Ditemui usai mengikuti serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Kodim 1009 Pelaihari, Rabu (17/10), Aad mengatakan menghormati proses hukum kasus tersebut. Termasuk pula, dukungan Bareskrim Mabes Polri terhadap Polda Kalsel untuk mengungkap kasus yang melibatkan dua kepala daerah itu.
"Ya, kami hormati saja proses hukum yang sedang berjalan ini untuk membuktikan kebenaran," katanya singkat.
Mengenai 'pemeriksaan' itu, Aad menegaskan karena saat itu pemeriksaan terhadap kepala daerah harus mendapat persetujuan presiden (aturan itu sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi, Red), maka penyidik itu mendatanginya guna mendapatkan keterangan.
Kepada penyidik, Aad membantah adanya suap terkait tapal batas Tala dan Tanahbumbu (Tanbu) karena batas wilayah antar dua kabupaten tersebut sudah ditetapkan.
"Ya sudah kami jelaskan apa adanya. Kalau tidak salah dua kali kami dimintai keterangan untuk memberikan klarifikasi," ucapnya.
Aad berharap semua pihak juga menghormati proses hukum agar mendapatkan kebenaran atas kasus tersebut. Dengan menghormati proses, imbuhnya, tidak akan menimbulkan kesan adanya intervensi sekaligus tidak mengganggu jalannya pemerintahan yang dipimpinnya.
Sikap serupa diperlihatkan Muhidin. Dia juga membantah ada penyuapan. Yang terjadi adalah peminjaman uang sebanyak Rp 5 miliar yang dilakukan sebanyak dua kali.
Muhidin pun mengaku siap memberikan keterangan baik kepada penyidik Polda maupun Mabes Polri. Dia mengaku memiliki bukti nyata terkait kasus penyuapan yang dituduhkan kepolisian. Bukti itu adalah surat perjanjian pinjam meminjam antara dirinya dan Aad. Ada persiapan khusus? Lagi-lagi Muhidin mengatakan tidak melakukan persiapan apa pun. Termasuk pula menyiapkan tim pengacara.
"Kada (tidak) perlu. Yang penting kalau dipanggil, diundang, nanti dijelaskan perkaranya. Kalau salah ya salah ada surat perjanjian nanti diserahkan," ujarnya.
Seperti diwartakan BPost. Bagian Ekonomi Khusus Bareskrim Polri dan Polda Kalsel menetapkan Muhidin dan Aad sebagai tersangka kasus dugaan suap Rp 5 miliar. Kasus mereka terkait sengketa tapal batas wilayah antara Kabupaten Tala dan Tanah Bumbu (Tanbu), Agustus 2010. Di wilayah sengketa itu terdapat perusahaan tambang batu bara yang diduga kuat memiliki hubungan dengan Muhidin.
"Diduga Haji M (Muhidin) sebagai Wali Kota Banjarmasin melakukan penyuapan. Yang menerima suap diduga Haji AD (Adriansyah), bupati Tala," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Boy Rafli Amar.
Ditegaskan dia, dugaan suap yang dilakukan Muhidin terkait permohonan pengurusan pengeluaran surat tapal batas antara Tala dan Tanbu. Muhidin membutuhkan surat itu agar luas wilayah perusahaan tambang di wilayah tapal batas tersebut tak berkurang.
"Suap dilakukan dua kali. Pertama, sebesar Rp 3 miliar dan kedua Rp 2 miliar. Pemeriksaan keduanya tinggal menunggu jadwal," tegas Boy.
Sumber : Banjarmasinpost.co.id
Minggu, 14 Oktober 2012
Lahan Kuburan menjadi Lahan Tambang
Bahkan sebagian lahan kuburan tersebut menjadi jalan untuk lalu lintas truk pengangkut emas hitam tersebut.
Kondisi itu sudah berlangsung sekitar tiga bulan lalu. Bahkan tanah yang merupakan Alkah, Sapri warga di desa itu seluas 2,6 hektare sejak tahun 60-an kini mulai terkikis aktivitas pertambangan.
"Kami bingung, kok sebagian tanahnya jadi tambang. Padahal niat abah (Sapri,Red) memberikan lahan itu untuk pemakaman. Apalagi sudah terkikis sekitar 60x100meter," ujar Akhmad Husaini salah satu anak pemberi wakaf.
Keluarganya menyerahkan lahan tersebut secara ikhlas. Karena berubah fungsi tanpa ada pemberitahuan dari instansi terkait, sehingga keluarga pemberi wakaf menjadi terkesan kurang iklas.
Apalagi menurut kabar yang beredar, alih fungsi lahan tersebut ada biaya yang cukup besar yakni sekitar Rp 1 miliar. Hingga kini masyarakat tidak mengetahui ke mana uang tersebut.
Sepengetahuan masyarakat, rencana hasil ganti rugi sebesar rp 1 miliar itu akan dibelikan mobil ambulance dan alkah yang terlanjur terkikis tambang akan dipagar.
Camat Kintap Masturi mengaku sudah mendapat laporan dari masyarakat. Bahkan pihaknya sudah memberikan warning kepada kepala desa Kintapura agar segera menyelesaikan persoalan itu. Jika sesuai tenggang waktu tidak ada kejelasan, maka pihaknya akan turun untuk menyelesaikan masalah itu.
"Ini rawan, karena berkaitan dengan masyarakat. Makanya pambakal sudah kami beri tenggang waktu, kalau tidak ada kejelasan saya akan turun sebelum permasalahannya meruncing," tegasnya
Sumber : Banjarmasinpost.co.id
Senin, 01 Oktober 2012
Gaji Bupati Cuma Rp 6,1 Juta, tapi Jadi Rebutan
Walaupun begitu, posisi tersebut diincar dan diperebutkan oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung pada pilkada 8 November nanti. Ketiga pasangan calon itu adalah istri Bupati Probolinggo, Tantri Hasan Aminuddin-Timbul Prihanjoko; Wakil Bupati Salim Qurays-Agus Setiyawan; dan mantan Sekda Kusnadi-Wahid Nurrahman.
Data yang dihimpun menyebutkan, gaji bupati sebesar Rp 6.746.363. Setelah dipotong pajak, nilainya menjadi Rp 6.170.600. Sementara gaji wakil bupati Rp 5.774.242. Setelah dipotong pajak, gaji bersihnya menjadi Rp 5.322.800. Gaji bupati terdiri atas gaji pokok Rp 2.100.000, tunjangan istri Rp 210.000, tunjangan dua anak Rp 84.000, tunjangan jabatan Rp 3.780.000, tunjangan beras Rp 236.000, dan tunjangan PPh Rp 336.363. Totalnya senilai Rp 6.746.363. Setelah dipotong potongan pihak ketiga dan PPh sebesar Rp 575.763, gaji bersihnya hanya Rp 6.170.600.
Adapun gaji wakil bupati terdiri atas gaji pokok Rp 1.800.000, tunjangan istri Rp 180.000, tunjangan dua anak Rp 72.000, tunjangan jabatan Rp 3.240.000, tunjangan beras Rp 236.000, dan tunjangan PPh Rp 246.242. Maka, gaji kotornya Rp 5.774.242. Setelah dipotong potongan pihak ketiga dan PPh sebesar Rp 451.442, gaji wakil bupati Rp 5.322.800.
Setahun, gaji bersih bupati Rp 74.047.200, dan wakil bupati Rp 63.873.600. Menurut Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah Tanto Walono, Senin (1/10/2012), gaji mereka diberikan tiap bulan tanggal 1, sama seperti PNS. Gaji mereka tergantung dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun depan, gaji mereka bisa saja naik meski mungkin hanya satu juta. Maka, siapa pun bupati dan wakil bupati yang terpilih nanti, akan menerima gaji sekitar jumlah itu. (Sumber : KOMPAS.com )
Tiga Partai Tidak Memenuhi Jumlah KTA
Hingga berakhirnya masa penyerahan KTA, sebanyak tiga partai ada yang tidak menyerahkan KTA serta jumlah KTA yang diserahkan lebih sedikit dari yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tala sebanyak 380 buah.
Ketiga partai tersebut antara lain, Partai Damai Sejahtera (PDS) yang hanya menyerahkan KTA sebanyak 53 buah, Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia tidak menyerahkan KTA serta Partai Kedaulatan juga tidak menyerahkan KTA tanpa ada alasan yang jelas.
Karena pihak KPU menunggu hingga berakhirnya masa penyerahan KTA tersebut, tak seorang penguruspun yang datang untuk melengkapi persyaratan tersebut. "Mereka hanya menyerahkan formulir partai, sementara untuk kelengkapan KTA tidak dilakukan. Termasuk ada yang masih kurang dan sudah diminta untuk melengkapi tidak dilakukan," ujar anggota KPU Tala, Kamaruzaman.
Adapun partai yang ada di Tanahlaut berdasarkan data yang sudah diserahkan pengurus sebanyak 20 partai dari 33 partai di tingkat nasional. Karena hanya 20 partai yang kepengurusannya ada di wilayah Tanahlaut dan menyerahkan data kepengurusan dan kartu tanda anggota partai.
10 Berkas Pelamar Golkar Diperiksa
Sebanyak 10 berkas milik kandidat yang melamar DPD Partai Golkar Tanahlaut (Tala) mulai diperiksa tim penjaringan. Berkas yang dikembalikan para pelamar itu mulai diperiksa satu persatu kelengkapannya sebelum diusulkan dalam rapat pleno pimpinan untuk dikirim ke provinsi guna dipilih satu nama.
Hal itu diungkapkan staf penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Tala DPD Partai Golkar Tala, Asma Andriyani. Menurutnya hingga saat ini tim penjaringan masih mengoreksi berkas yang dikembalikan para pelamar.
"Masih diteliti siapa tau ada yang tidak lengkap sehingga menjadi catatan bagi panitia untuk disampaikan dalam pleno nanti," katanya.
Sesuai rencana rapat pleno pimpinan DPD Partai Golkar Tala bakal dilaksanakan Selasa (2/10) besok dengan melibatkan seluruh pengurus di tingkat kecamatan. Dengan harapan mereka mengetahui siapa kandidat yang melamar dan disampaikan ke profinsi tersebut.
Adapun 10 berkas kandidat tersebut antara lain milik Ketua DPD Partai Golkar Tala Misri Syarkawi, Ketua DPC Partai Demokrat H Arkani, Kepala Dinas PU Tala H Syahrian Nurdin, tokoh perempuan Tala Najmaniah Iberam, staf ahli bupati Tanbu, Abdul Karim, Wabup Tala H Atmari, anggota DPRD Kalsel M Noor, mantan Wagub Kalsel HM Rosehan NB, dan Ketua DPRD Tala, Bambang Alamsyah serta formulir milik Ketua DPC PAN Tala H Wahid.
Sumber : BANJARMASINPOST.CO.ID
Selasa, 25 September 2012
Kadis PU Ramaikan Bursa Pencalonan Bupati dari Golkar
Bursa penjaringan bakal calon kepala daerah Tanahlaut yang digelar DPD Partai Golkar Tala mendapat sambutan para tokoh dan politisi di Bumi Tuntung Pandang.
Memasuki hari keempat pendaftaran, ada delapan tokoh yang mengambil formulir untuk mendaptkan restu kendaraan politik partai berlambang pohon beringin itu.
Namun yang mengejutkan, Senin (24/9) siang salah seorang warga yang mengaku utusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tala, H Syahrian Nurdin mengambil formulir pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Tala periode 2013-2018.
“Tadi mengambilkan formulir beliau (Syahrian Nurdin, Red) namanya pak Jatim,” terang salah seorang panitia penjaringan, Asma Andriani.
Dengan pengambil formulir tersebut secara otomatis menambah daftar panjang para tokoh dan politisi yang melamar Partai Golkar untuk mengikuti pesta demokrasi Tanahlaut yang bakal digelar pada 25 April 2013 mendatang.
Hari pertama pendaftaran, Ketua DPD Partai Golkar Tala Misri Syarkawi dan utusan mantan Wagub Kalsel HM Rosehan NB yang mengambil formulir. Kemudian hari kedua, giliran Ketua DPD Partai Demokrat Tala H Arkani, Kepala BPMPD Sukamta, Ketua DPC PAN Tala H Wahid, PNS Pemkab Tanbu Abdul Karim dan salah seorang advokat Najmaniah Imberan yang juga mengambil formulir pendaftaran.
Namun pihak panitia akan menunggu sampai akhir masa pendaftaran pada Sabtu (29/9) nanti. Karena saat itu akan diketahui siapa calon yang mengambil formulir dan mengembalikannya secara langsung.
Mengingat persyaratan pendaftaran tersebut, formulir setelah diisi dikembalikan langsung oleh yang bersangkutan dan tidak boleh diwakilkan.
“Kita tunggu sampai akhir pendaftaran, siapa saja yang serius melamar. Sebab belum tentu yang mengambil formulir akan mengambalikan,” timpal Sekretaris penjaringaa, HM Riduansyah.
Jumat, 21 September 2012
Rosehan dan Misri Pelamar Pertama Golkar
Misri Syarkawie yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tala mengambil formulir pendaftaran lebih dulu. Berselang 30 menit kemudian, giliran orang kepercayaan HM Rosehan NB yang datang untuk mengambilkan formulir pendaftaran mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.
“Semua persyaratan pak Rosehan sudah lengkap dan tinggal menyerahkan saja. Tapi nanti beliau sendiri yang akan menyerahkan kesini,” ujar Ahmad Zakaria.
Dirinya mengakui bahwa Rosehan benar-benar serius ingin maju untuk berebut tahta nomor satu di Bumi Tuntung Pandang pada Pemilukada 25 April 2013 mendatang. Sehingga saat ini dirinya melamar sejumlah partai untuk mendapatkan restu guna mendapatkan perahu politik dalam pesta demokrasi tersebut.
Bahkan sejumlah tokoh politik di Tanahlaut juga akan meramaikan penjaringan tersebut. Diantaranya Ketua DPD Partai Demokrat Tala, H Arkani. Dirinya juga akan melamar di partai berlambang pohon beringin itu.
Minggu, 09 September 2012
Empat Putra Mahkota Siap Naik Tahta

Pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) menjadi jalan yang paling efektif untuk para punggawa partai politik untuk melanjutkan tradisi kekuasaannya. Beberapa putra mahkota pun sudah disiapkan untuk bersaing merebut takhta kepala daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada empat putra ketua partai politik di Kalsel yang siap maju pada pemilukada di banua. Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalsel Rudy Ariffin kabarnya bakal mengusung anak keduanya yakni HM Aditya Mufti Ariffin.
Putra dari Ketua DPD Partai Golkar Kalsel HA Sulaiman HB yakni Hasnuryadi Sulaiman juga disebut-sebut akan turun dalam Pemilihan Walikota Banjarmasin.
Selain keduanya, ada juga putra dari Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin HH yakni H Muhammad Nur dan putra Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel H Adriansyah, H Bambang Alamsyah. Dari keempat nama tersebut, justru Bambang dan M Nur yang sudah bersaing. Keduanya akan turun dalam Pemilihan Bupati Tanah Laut 2013-2018.
Bambang sebagai calon Bupati berpasangan dengan Drs Sukamta. Sedangkan Muhammad Nur, calon wakil bupati mendamping H Atmari. Meski demikian, gerakan yang mendorong Aditya Mufti Ariffin dan Hasnuriyadi Sulaiman untuk maju juga sudah terlihat. Hal ini diakui Aditya ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin.
“Teman-teman banyak yang mendorong, termasuk guru-guru kita, para alim ulama. Mereka meminta untuk maju, ada yang di Kabupaten Banjar, Banjarbaru dan Banjarmasin,” ujar Ovi, panggilan akrabnya. Ovi pun juga mendapat restu dari sang ayah yang juga Gubernur Kalsel.
”Kalau tidak ada aral Insya Allah. Tapi dimana (mencalonkan diri) belum dimananya. Yang jelas mau konsen dulu untuk pemenangan Pemilu 2014,” imbuhnya. Alumni Fakultas Hukum Unlam ini sendiri, sekarang duduk sebagai Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Ovi juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kota Banjarbaru.
Soal motivasi untuk maju dalam pemilukada, menurut menurut Ovi adalah semata untuk melakukan pembenahan. Ia juga menilai, bagi seorang politisi menjadi seorang eksekutif baik menjadi bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota, gubernur, wakil gubernur, menteri atau presiden merupakan puncak dari karir.
“Kalau masalah pembenahan masih banyak pembenahan yang harus dilakukan, terutama reformasi di pemerintahan, baik reformasi sistem, reformasi kultur dan personal di pemerintahan,” katanya. Sementara itu, Hasnur tampaknya akan digadang-gadang untuk maju di Pemilukada Kota Banjarmasin.
Meski tidak ada pengakuan langsung dari Hasnur, namun para politisi Golkar sudah mempersiapkan diri untuk mencalonkan Hasnur sebagai “Banjarmasin 1”. Hal ini diakui Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel Murhan Effendie. Ia mengungkapkan Partai Golkar selalu mendukung apabila Hasnur maju pada pemilukada mendatang.
Termasuk dalam rencana sebagai Walikota Banjarmasin. “Pak Hasnur maju, itu mungkin saja. Kemungkinan terbesar adalah sebagai Banjarmasin 1. Tapi pemilukada sendiri masih lama, semua masih bisa terjadi. Tapi tidak ada salahnya kami mempersiapkan sejak dari sekarang,” ujarnya kemarin.
Murhan mengungkapkan, pemilihan Kota Banjarmasin sebagai sasaran untuk pemilukada sudah sangat tepat. Pasalnya Hasnur saat ini juga sebagai menjabat Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah I (Banjarmasin/Batola) DPD Partai Golkar Kalsel. Sehingga setidaknya sudah memiliki nama.
Sementara itu, H Bambang Alamsyah, putra pertama Ketua PDIP Kalsel H Adriansyah, mulai terjun ke dunia politik sejak pemilu legislatif 2009. Sejak saat itu, karir politiknya terlihat moncer. Ia terpilih sebagai anggota DPRD dan seiring kemenangan PDIP di Tala, Bambang pun naik menjadi Ketua DPRD. Di partai, ia pun terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC PDIP Tala.
Karena itulah menurut Ahmad Yani, anggota DPRD Tala, seluruh kader mantap memilih Bambang untuk dicalonkan sebagai Bupati pada periode mendatang, berpasangan dengan seorang birokrat yang dikenal luas masyarakat, yakni Drs Sukamta sebagai wakil bupatinya.
“H Bambang orangnya mudah bergaul dengan siapa saja. Sekarang dia tidak saja milik partai, namun sudah menjadi milik masyarakat, dengan dibuktikan sebagai Ketua DPRD Tala,” ujarnya.
Soal kapasitas sebagai pemimpin, Bambang pun menurutnya tidak perlu diragukan, karena dia mendapat didikan langsung dari ayahnya. “Bambang sudah mengenal dan mengetahui bentuk kepemimpinan yang mensejahterakan rakyat,” ucapnya. Sementara itu, Pengurus Partai Gerindra Kalsel Ilham Nur, membenarkan bahwa Muhammad Nur yang merupakan putra dari Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin HH akan diusung sebagai calon Wakil Bupati Tanah Laut.
“Untuk pak Muhammad Nur, memang mau difokuskan untuk menjadi calon wakil bupati untuk saat ini. Jadi kami fokus untuk memenangkannya pada Pemilukada Tala 2013 nanti,” katanya. HM Nur adalah anak dari Prof Dr H Abidin yang sekarang menjalani karir politiknya sebagai anggota DPRD Kalsel di Fraksi Persatuan Pembangunan Indonesia Raya (PPIR).
HM Nur terpilih dari Dapil 6 Kalsel yang termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Tala. Kepada Radar Banjarmasin, M Nur mengaku dirinya terdorong untuk ikut serta dalam pemilukada, karana ingin membawa perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Tala meningkat, melalui lapangan pekerjaan dan infrastruktur yang diperbaiki.
“Pada dasarnya saya tergerak bila bersama pak Atmari untuk maju bersama,” ungkap pria yang akan berusia 35 tahun pada pemilihan Bupati Tala 2013 nanti. Soal politik, HM Nur mengaku banyak belajar dari ayahnya yang berangkat dari seorang kepala desa, kemudian menjadi seorang Ketua Gerindra di Kalsel dan juga aktif di kegiatan sosial keagamaan sebagai Bendahara PBNU. (mrn/ard/tas/sip)
Sumber : Radar Banjar
Sabtu, 08 September 2012
Rosehan Ditunggu

Padahal sebelumnya, isu Rosehan serius "bertarung" dalam Pemilukada Tanah Laut 2013 sangat kencang menjadi pembicaraan di kalangan politisi maupun masyarakat.
Wakil Ketua PDIP Kalsel, Hermansyah saat dimintai keterangan kemarin (6/9) menyatakan, sampai saat ini PDIP Tala masih menunggu "keseriusan" dari Rosehan. Apalagi, "putra mahkota", anak Ketua PDIP Kalsel, Bambang Alamsyah juga maju menjadi Cabup Tala.
"Rosehan memang mengambil formulir pendaftaran sebagai cabup ke PDIP Tala. Namun dia belum mengembalikan formulir, sebagai tanda rersmi mendaftar ke PDIP," kata Hermansyah kepada Radar Banjarmasin kemarin (6/9).
Menurut informasi yang diterima Hermansyah, Rosehan dalam waktu dekat akan menyerahkan secara langsung formulir pendaftaran yang sudah diisinya. Masalah kapan pastinya, ia belum mengetahui.
"Saya mendapat kabar, bahwa Rosehan akan menyerahkan formulir pendaftaran dalam waktu dekat. Kita tunggu saja," ujarnya.
Saat ditanya soal Rosehan yang bukan kader PDIP, Hermansyah menjelaskan itu tak menjadi masalah untuk menjadi bakal calon yang diusung. Untuk PDIP, katanya, mempunyai sistematis dalam penentuan kandidat.
"Mulai dari penjaringan, sampai siapa yang diusung, itu dilakukan bertahap. Non kader PDIP pun bisa diusung menjadi Cabup dari partai kami. Semua ada tahapan yang jelas," katanya.
Sebelumnya, Muhaimin, yang juga wakil ketua PDIP Tala mengungkapkan, belum ada instruksi dan surat dari DPP mengenai Rosehan.
Selain itu, perlu ada pembicaraan serius dan matang di internal partai berlambang banteng ini untuk menentukan siapa yang akan dipasang dalam Pemilukada Tanah Laut 2013, mengingat sebelumnya gencar dihembuskan bahwa Bambang Alamsyah, putra ketua DPD PDIP Kalsel, H Adriansyah.
“Sampai saat ini belum ada surat resmi dari DPP soal Pemilukada Tanah Laut 2013, jadi kami menunggu saja keputusan partai soal siapa yang akan diusung,” kata Muhaimin.
Ketua PDIP Tanah Laut, yang juga ketua DPRD Tanah Laut, Bambang Alamsyah memang sudah dari beberapa waktu lalu digadang-gadang bakal menjadi calon kuat yang diusung PDIP, mengingat sang ayah juga merupakan bupati dua periode memimpin Kabupaten Tanah Laut.
“Pokoknya, kita masih menunggu keputusan partai. Sebagai kader, siapapun nantinya yang ditugaskan menjadi cabup, kami siap untuk melaksanakan, asalkan ada surat dari DPP,” tegasnya.
Sementara itu, saat Radar Banjarmasin mencoba melakukan konfirmasi kepada Rosehan, ia tak mau berkomentar banyak saat ditanya kapan akan menyerahkan formulir pendaftaran, dan hanya mengatakan “siang” tanpa jelas apa yang dimaksud.


17.57
Mas Odjie







